Desa Mandiri Energi:Solusi Perekonomian Indonesia di Abad 21
By : Dhanis Woro Fittrin
Indonesia merupakan negara agraris yang berbentuk kepulauan. Sebagai negara agraris, Indonesia mempunyai lahan untuk bercocok tanam yang luas. Akan tetapi, posisi Indonesia yang diharapkan dengan kehidupan bertani dapat mencukupi kehidupan penduduknya tidak terjadi. Hal tersebut disebabkan oleh tergesernya lahan pertanian menjadi lahan tempat tinggal, pola hidup instant, dan pola bercocok tanam yang tradisional.
Pesatnya pertumbuhan penduduk selayaknya turut diimbangi oleh permintaan lahan untuk tempat tinggal. Akibatnya, lahan yang semula untuk bercocok tanam harus diubah menjadi tempat tinggal. Selanjutnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup lain seperti sandang, pangan, dan pendidikan, masyarakat cenderung untuk bekerja kepada orang lain atau urbanisasi. Kedua langkah tersebut banyak ditempuh karena diyakini akan menghasilkan uang dalam waktu yang cepat dan jumlah yang besar. Apabila keadaan ini terus berlanjut maka dampak yang lebih besar seperti meledaknya jumlah penduduk di perkotaan, kriminalitas di perkotaan, minimnya tingkat kesehatan di perkotaan akan terjadi.
Formasi Indonesia sebagai negara kepulauan merupakan suatu bentuk negara yang rawan terhadap perpecahan terlebih lagi apabila kebijakan pemerintah terhadap kesejahteraan tidak merata. Meskipun demikian, pemerataan kesejahteraan hendaknya tidak akan terjadi bila hanya pembangunan satu arah, dalam hal ini pemerintah. Dengan kata lain, kesejahteraan masyarakat akan terwujud apabila terdapat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.
Ditulis: 14 February 2010 pada Future, Global Warming, Umum.
Komentar: 0
Print
