Menu utama:


KAMASE English Version
  • Polling

    • Yakinkah Anda energi terbarukan akan berkembang pesat di Indonesia?

      Lihat Hasil

      Loading ... Loading ...
  • Online Guests

  • Most Users Ever Online Is 18 On 20th December 2007, 14:47

    Users: 2 Guests
    Users Browsing This Page: 1 (0 Members, 1 Guest and 0 Bots)

    Komentar Baru

    Search Engine Optimization
  • Kategori Artikel

    Artikel Populer

    Arsip Artikel

    HYDROGEN-FC

    1. Conventional Hydrogen
    2. My International Project
    3. Plastic Waste Cleaning in Untung Jawa Island
    4. Reach to Hydrogen Era
    5. Similarity of Hydrogen and Electric Power

    File Download

    Meta

    Selamat Datang di kamase.org

    Kamase (Komunitas Mahasiswa Sentra Energi) merupakan sebuah komunitas independen yang beranggotakan semua mahasiswa yang peduli dan mempunyai apresiasi terhadap masalah, penelitian dan perkembangan energi, khususnya energi terbarukan dan alternatif. Keberadaan kamase.org sebagai sebuah media informasi online berperan sangat penting dalam menyampaikan dan mengungkapkan ide, konsep dan informasi yang berhubungan energi terbarukan dan energi alternatif.

    Solusi bisnis ENERGI dari KAMASE CARE

    McCain, Angela Merkel, dan Isu PLTN

    Menurut penulis, tiga alasan utama mengapa McCain menyampaikan pernyataan demikian. Pertama, rasa kebangsaannya yang tinggi dengan menyatakan bahwa belahan Eropa dan negara-negara dunia ketiga dapat menempuh langkah menuju tujuan besar dalam kebijakan energinya dengan terus merencanakan dan membangun PLTN, tapi mengapa kita tidak? Bahkan ditegaskannya bahwa AS lebih dari sekadar setara untuk melakukan hal yang sama. McCain menyadari bahwa AS adalah pelopor pembangunan PLTN. Bagi AS dalam pembangunan PLTN tidak ada masalah karena dana melimpah dan tenaga ahli menguasai teknologi nuklir dan mampu mengembangkannya secara efektif, efisien, dan aman. Oleh karena itu, dia prihatin mengapa AS mau ketinggalan dari negara-negara lain.

    Baca selanjutnya »

    Texas Siap Memproduksi Biofuel dari Alga

    algae.PNGBaru baru ini PetroSun mengumumkan bahwa Rio Hondo - sebuah lahan alga di Texas siap memproduksi alga. Ini adalah fasilitas pertama yang dimiliki PetroSun yang akan menyediakan bahan baku alga untuk memproduksi biofuel. Lahan tersebut berupa kolam air garam seluas 1.100 hektar, dan menurut PetroSun lahan ini akan mampu memproduksi sekitar 110 juta pound biomassa alga dan sekitar 4,4 juta gallon minyak alga per tahun. Baca selanjutnya »

    Laporan Dari Renewable Energy Asia 2008

    gimages01.jpgRenewable Energy Asia 2008 (REA 2008) merupakan sebuah ajang konferensi dan pameran teknologi energy terbarukan tingkat Asia, baru saja dilaksanakan di Bangkok, Thailand pada 4-7 Juni 2008 lalu dengan menghadirkan sejumlah pakar bidang energy terbarukan dari berbagai negara, dengan mengangkat tema “New Developments in Renewable Energy: Technology, Markets and Policies in Southeast Asia”, REA 2008 menarik perhatian peserta yang datang dari berbagai negara dengan berbagai latar belakang profesi untuk ikut serta dalam ajang tersebut. Baca selanjutnya »

    Memasak Menggunakan Kompor Tenaga Matahari

    Memasak dengan mengunduh energy secara cuma-cuma disaat harga bahan bakar membumbung tinggi adalah harapan sebagian besar masyarakat di dunia saat ini, dan alam menyediakan energi yang berlimpah dari sinar matahari dan dapat digunakan secara cuma-cuma dengan peralatan yang sederhana. Kompor tenaga matahari merupakan salah satu peralatan untuk mengunduh energi dari sinar matahari, dengan berbagai keunggulan diantaranya adalah bahan bakarnya tersedia secara melimpah dan free yang berarti juga menghemat biaya, dan tidak menyebabkan polusi maupun efek buruk bagi lingkungan sekitarnya. Baca selanjutnya »

    Membuat Kompor Tenaga Matahari

    Matahari adalah sumber energy terbesar dan utama bagi kehidupan kita, kita dapat memanen energy matahari secara cuma-cuma dan dengan teknologi yang sederhana. Indonesia sebagai negara yang terletak tepat dibawah garis katulistiwa mempunyai periode untuk memanen matahari lebih besar baik secara kuantitas maupun kualitasnya dibanding dengan kawasan yang tidak dilintasi oleh garis katulistiwa, oleh karena itu penggunaan energy matahari dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang paling “dekat” untuk bisa kita manfaatkan sebagai sumber energy untuk memasak sehari-hari disaat harga minyak tanah, gas dan kayu yang terus naik. Baca selanjutnya »