Oleh : Thomas Ari Negara

Sebuah konsep dan aplikasi baru penggunaan turbin angin di daerah perkotaan/metro adalah dengan mengintegrasikannya pada suatu gedung yang tinggi. Turbin angin maglev jenis VAWT (Vertical Axis Wind Turbine) cocok diaplikasikan pada gedung tinggi di daerah metro sebab mampu bekerja pada kecepatan angin yang rendah dan dapat membangkitkan listrik untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik di gedung tersebut.

Sebuah contoh di Southwark, London telah dibangun 3 buah turbin angin berdiameter 9m yang diintegrasikan pada lantai paling atas gedung dan ditujukan untuk meningkatkan efisiensi penerangan di dalam gedung tersebut (treehugger.com). Proyek tersebut dikerjakan oleh Brian Dunlop Associates and Gas Dynamics meliputi analisis noise suara, getaran pada gedung, simulasi software aliran angin pada sebuah desain gedung dan simulasi software disuatu daerah perkotaan yang memiliki karakteristik pola aliran tertentu. Data dari Badan Meteorologi tidak memungkinkan untuk digunakan dalam desain awal sebab setiap perkotaan memiliki karakteristik aliran angin dinamik yang spesifik.

Diperlukan sebuah desain aerodinamik suatu bangunan yang memungkinkan untuk mengarahkan angin yang datang supaya menuju ke bagian gedung yang paling atas sehingga dapat menggerakkan turbin tersebut. Usahakan dalam mendesain tata letak bangunan sudah diperhitungkan arah datang angin (wind rose) rata-rata tahunan dan keadaan gedung/pohon disekitar tempat yang akan dibangun gedung tersebut. Jangan sampai gedung/pohon tersebut menyebabkan efek turbulensi angin, usahakan angin yang datang memiliki pola laminer sehingga ekstraksi energi angin dengan turbin angin bisa maksimal.

Berbeda dengan sebuah kawasan wind farm yang rata-rata memiliki noise suara yang tinggi maka di daerah metro harus menggunakan blade turbin angin yang sedikit mengeluarkan noise suara. Semua itu harus sudah dipertimbangkan dalam desain awal.

Menurut cityofsound.com Denmark telah berhasil mencukupi 20% dari total kebutuhan energi listrik dengan menggunakan energi angin. Itu membuktikan komitmen yang besar dari negara tersebut untuk mencukupi kebutuhan energi dengan menggunakan teknologi energi terbarukan.

Sebuah perusahaan di Denmark bernama Danish Company LM Glasfiber berhasil mengembangkan blade turbin angin yang dioperasikan pada ketinggian 61,5 m, bekerja dengan kecepatan angin 300 km/jam dan tinggi tiang utama 9 m. Terdapat beberapa model blade yang bisa dipilih untuk aplikasi turbin angin skala kecil pada gedung-gedung di perkotaan, misalnya windspire dan helix. Untuk memperindah penampilan turbin angin tersebut bisa dipasang beberapa warna kombinasi led pada blade dan semua itu bisa dikerjakan ketika kebijakan pemerintah metro mendukung pemanfaatan dan edukasi turbin angin pada gedung tinggi di perkotaan.

2 Replies to “Intergrasi Turbin Angin Pada Gedung Tinggi”

  1. salah satu alternatif bagi indonesia yang listriknya sering byar pet.karena banyak wilayah pantainya.jadi banyak anginnya dunk….

  2. sebenarnya negara kita tak perlu ada krisis energi, la wong sumberdaya banyak…. oya leh tau gak ? mbak / mas mbiyen kuliah pundi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.