World Renewable Energy Regional Congress and Exhibition 2007

World Renewable Energy Regional Congress and Exhibition (WRERCE) adalah sebuah konferensi internasional yang mempertemukan beberapa delegasi dari beberapa negara untuk berdiskusi, transfer pengetahuan dan berbagi pengalaman mengenai bagaimana mengelola sumber energi terbarukan untuk menghasilkan listrik secara berkelanjutan untuk masyarakat setempat. Acara diselenggarakan pada 5 – 7 November 2007. Tujuan dari konferensi ini salah satunya adalah penyiapan strategi yang tepat untuk pengelolaan energi yang berkelanjutan bagi pemerintah, LSM, Industri dan masyarakat.

Dalam hal ini KAMASE, Universitas Gadjah Mada, Indonesia bekerjasama dengan mahasiswa Department of Electrical and Computer Engineering, Curtin University of Technology, Australia mengirimkan paper yang berjudul Promoting Sustainable Engineering Development through International Student Project Cooperation: Australia – Indonesia. Setelah diseleksi oleh panitia, paper tersebut disetujui untuk dipresentasikan dalam acara WRERCE. Akan tetapi oleh sebab penulis utama – Ahmad Agus Setiawan tidak dapat hadir dalam acara tersebut maka diwakilkan kepada KAMASE (Komunitas Mahasiswa Sentra Energi), dalam hal ini Thomas Ari Negara dan Elsa Melfiana.

Pada sesi pembukaan konferensi, hadir Dipl. Ing. Micky Alban Hehuwat (Ketua Dewan Penyantun METI – Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia), Prof. A. A. M Sayigh (Direktur WREN – World Renewable Energy Network), Dr. Purnomo Yusgiantoro (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral), perwakilan dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi, perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Wanita, perwakilan dari Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal, dll.

Dalam acara tersebut, diselenggarakan juga pameran produk-produk teknologi energi terbarukan dari beberapa perusahaan, lembaga pemerintah dan lembaga non-pemerintah, antara lain dari BPPT, ESDM, LAPAN, MEDCO ENERGI, PT AZET SURYA LESTARI, SHARP, SUNDAYA, KANEKA, BP-SOLAR, dll. Pada pameran tersebut, masing-masing stand memamerkan produk-produk unggulan mereka, misalnya BPPT dengan hasil penelitian terbaru mengenai biodiesel dari jarak pagar; SHARP, BP-SOLAR, KANEKA dengan produk sistem photovoltaic lengkap beserta penyimpanannya; dan LAPAN dengan produk turbin angin.

Selain KAMASE mengikuti acara konferensi dan pameran, KAMASE juga memamerkan poster yang berjudul Preliminary Studied for Supporting Energy Applications in Panggang District, Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia. Di dalam poster tersebut dipaparkan kegiatan yang dilakukan KAMASE dalam melakukan studi awal mengenai potensi energi terbarukan yang tersedia secara lokal, sumber mata air, komposisi zat terkandung dalam sumber mata air, kehidupan sosial masyarakat lokal, dll. Semua data ini akan didiskusikan dengan mahasiswa dari Curtin University of Technology, Australia untuk mendesain sebuah Solar Water Pump System (SWPS) dan Reverse Osmosis Desalination Plant yang akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga di kecamatan Panggang.

Pada hari selasa, 6 November 2007 paper yang berjudul Promoting Sustainable Engineering Development through International Student Project Cooperation: Australia – Indonesia dipresentasikan oleh Thomas Ari Negara. Pada presentasi tersebut ditekankan mengenai pentingnya proses intercultural dialogue antara mahasiswa dari negara maju dengan mahasiswa dari negara berkembang dalam mempersiapkan dan mengerjakan proyek pembangunan di daerah terpencil di negara berkembang. Hal ini penting karena untuk menjaga keberlanjutan proses transfer teknologi energi terbarukan dari negara maju ke negara berkembang dan keberlangsungan instalasi yang sudah dibangun. Banyak peserta dan pengamat yang mendukung proyek ini dan berharap proyek ini dapat dilaksanakan dengan baik. Mereka juga bangga dengan semangat mahasiswa yang tergabung di KAMASE sebab sudah mulai mengambil peran serta dan perhatian aktif dalam menggunakan teknologi energi terbarukan untuk membantu masyarakat di daerah terpencil. Kedepannya, diharapkan mahasiswa lebih banyak diutus untuk mengikuti konferensi-konferensi seperti ini guna meningkatkan daya saing mereka dan memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai pihak yang bergerak di bidang energi terbarukan.

Pada hari rabu, 7 November 2007 KAMASE mengikuti field trip ke Pembangkit Listrik Mikrohidro 120 kW di Subang, tepatnya di desa Cinta Mekar. Mikrohidro tersebut dibangun atas kerjasama dari LSM IBEKA (Institute Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) dengan United Nation Social Ecomonic Comission for Asia and The Pacific dan bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Listrik yang dihasilkan oleh mikrohidro tersebut dijual semua ke PLN dan keuntungan dari penjualan listrik tersebut digunakan untuk membantu 122 rumah terkoneksi ke jaringan listrik PLN. Selain itu, keuntungan juga digunakan untuk mendirikan industri kecil, beasiswa untuk anak-anak setempat, melengkapi peralatan belajar di SD setempat, dll.

Dari semua kegiatan yang diikuti oleh KAMASE, maka mahasiswa mengetahui perkembangan terkini mengenai kebijakan, teknologi, permasalahan yang berkaitan dengan energi terbarukan.