International Conference and Workshop on the Role of Higher Education in Adapting to Climate and Ecosystems Change: Asia 2010

International Conference and Workshop on the Role of Higher Education in Adapting to Climate and Ecosystems Change: Asia merupakan sebuah event internasional yang terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan dalam waktu tiga hari. Acara yang diselenggarakan atas kerjasama : United Nation University (UNU), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan IR3M dimulai tanggal 8 Maret 2010 dan dibuka pada pukuk 08.00 WIB oleh Dr. Tumiran (Dekan Fakultas Teknik UGM) yang dihadiri juga oleh Prof. Soedjarwadi (Rektor UGM) dan Prof. Kazuhiko Tekeuchi (Wakil Rektor UNU dan sekaligus perwakilan Direktur Eksekutif IR3S). Ada beberapa keynote speakers yang menyampaikan presentasi mereka, yaitu Dr (HC). Ir. Djoko Kirmanto, Dip. HE. (Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia), Prof. Emil Salim (Mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Dewan Penasihat Presiden Indonesia), dan Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. (Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Kepala Direktorat Umum Pendidikan Tinggi).

Setelah itu acara dilanjutkan dengan thematic session yang terdiri dari tiga tema. Tema pertama tentang Role of central government, higher education and industry in adapting to climate change. Sesi pertama ini dimulai pukul 10.30 WIB dan diisi oleh Prof. Soedjarwadi (Rektor UGM), Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim, M. Sc (Dewan Energi Nasional Indonesia), serta Mr. Budi Basuki (President Director of Medco Energi E&P Indonesia). Kemudian dilanjutkan ke sesi kedua yang dimulai pada pukul 13.15 WIB yang diketuai oleh Prof. Bambang Hari Wibisono dengan tema Climate change impact and adption in tropical countries. Sesi kedua ini diisi oleh Prof. retno Sunarminingsih (Vice Rector of UGM/National Coordinator of Education for Suistainable Development). Dr. Kardono (Kepala Pusat Teknologi Lingkungan, BPPT) dan Prof. dr. Hari Kusnanto, J., SU., Dr.PH (Center of tropical diseases, UGM) juga mengisi sesi dua ini. Sedangkan di sesi ketiga yang bertema University Network for Climate and Ecosystems Change Research/UN-CECAR diisi oleh Prof. Uma Charan Mohanty (Centre for Atmospheric Sciences, Indian Institute of Technology), Prof. Joy Pereira (Institute for Environment and Development (LESTARI), Universiti Kebangsaan Malaysia), dan Prof. Pham Van Cu (Vietnam National University). Interface Session menjadi acara selanjutnya setelah ketiga sesi di atas selesai dan istirahat selama 20 menit saja. Adapun orang yang mengisi Interface Session yaitu Prof. Srikantha Herath (UNU-ISP) sekaligus sebagai ketua acara Interface Session, Prof. Nobuo Mimura (Ibaraki University, Japan), dan Prof. Toshio Koike (Tokyo University, Japan). Disela-sela thematic session 1 dan thematic session 3 itu digelar mini expo yang diisi oleh komunitas-komunitas yang peduli lingkungan dari universitas-universitas penyelenggara dan KAMASE (Komunitas Mahasiswa Sentra Energi) termasuk salah satunya.

KAMASE (Komunitas Mahasiswa Sentra Energi) yang mempunyai minat besar terhadap energi terbarukan tentu saja tidak akan melewatkan event besar ini. KAMASE ikut serta dalam mini expo yang menjadi salah satu dari rangkaian acara International Conference and Workshop on the Role of Higher Education in Adapting to Climate and Ecosystems Change: Asia ini. Adapun hal yang dilakukan oleh para anggota KAMASE dalam mengikuti mini expo ini adalah mepresentasikan kegiatan-kegiatan KAMASE selama ini dari mulai keberhasilan KAMASE di ajang Mondialogo Award, KKN Panggang (Pengangkatan Air dengan Menggunakan Tenaga Matahari), kerjasama KAMASE dengan Jurusan Teknik Fisika dan Fakultas Teknik UGM untuk membantu korban gempa di Padang (Sumatra Barat) dalam bentuk implementasi teknologi (penyediaan listrik dengan menggunakan Solar Cell), partisipasi KAMASE dalam International Symposium on Sustainable Energy and Environmental Protection (ISSEEP) 2009, kerjasama KAMASE dengan beberapa desa dalam instalasi biodigester dan pengolahan biogas, dan masih banyak lagi kegiatan yang telah, sedang maupun yanag akan dilakukan KAMASE ke depannya. Visi dan misi KAMASE yang begitu besar untuk membantu masyarakat dengan energi terbarukan juga tidak lupa kami sampaikan.

Pada hari kedua yaitu tanggal 9 Maret 2010 acara dimulai pukul 07.30 WIB. Setelah berkumpul di Gedung Pasca Sarjana UGM, para peserta melakukan perjalan ke dua lokasi yang berhubungan dengan acara ini. Lokasi pertama yang dikunjungi yaitu Wanagama yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta dan berjarak sekitar 36 KM dari kampus UGM. Wanagama merupakan lahan yang dikelola oleh para peneliti dan mahasiswa UGM. Lahan ini pada awalnya memiliki lingkungan yang kurang bagus, baik dari topografinya, maupun penebangan liar yang sering terjadi, sehingga berdampak buruk bagi kondisi tanah dan lingkungannya. Selain Wanagama, para peserta juga berkunjung ke daerah Gabug, Giri Cahyo, Purwosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Gunung kidul yang terkenal sangat kering dan sulit air ternyata memiliki aliran sungai bawah tanah yang cukup banyak. Sudah ada sekitar 200 mahasiswa UGM dari berbagai disiplin ilmu yang melakukan penelitian disana dan mengeksplorasi sungai bawah tanah di Gunung Kidul.

Setelah melakukan field trip ke Gunung Kidul acara International Conference and Workshop on the Role of Higher Education in Adapting to Climate and Ecosystems Change: Asia dilanjutkan pada hari ketiga yaitu pada tanggal 10 Maret 2010 dan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Prof. Srikantha Herath, dari UNU-ISP menyampaikan overview dari kegiatan yang dilakukan UN-CECAR sekarang. Pada hari terakhir ini para penyaji materi yang datang, baik dari Indonesia, maupun luar Indonesia seperti China, Nepal, Sri Lanka, Malaysia, Australia, Vietnam, dan Philippines menyampaikan materinya yang terbagi ke dalam 3 sesi.

Sesi pertama (Needs Assessment) berjudul Pilot studies: maping the need for enhancing climate change cources/degree programs across 4 countries yang diisi oleh Prof. Guangheng Ni, Institute of Hydrology and Water Resources, Tsinghua University, China, Prof. Rabindra Nath Shertha, Head, Department of Civil Engineering, Institute of Engineering, Nepal, Prof. S. B. S. Abayakoo, Dean, Faculty of Engineering, University of Peradeniya, Sri Lanka, dan Prof. Joy Pereira, Institute for Environment and Development (LESTARI), Universiti Kebangsaan, Malaysia. Sedangkan sesi kedua (Curriculum Development) Prof. Janette Lindesay, Deputy Director, Climate Change Institute, Australian National University, Australia mempresentasikan tentang Science of Climate and Ecosytem Change. Impacts and Vulnerabilities dipresentasikan oleh Prof. Pham Van Cu, Vietnam National University, Vietnam.Dari  Indonesia ada Dr. Tumiran, Dean of Engineering, UGM, Prof. Pratikno, Dean of Social and Political Science mepresentasikan tentang Adaption and Mitigation. Research Development merupakan sesi ketiga yang terdiri dari dua tema. Slow Onset Disaster (Land Degradation) dibawakan oleh Prof. Li Diqiang, Director, Institute of Forest Ecology, Environment and Protection, Chinese Academy of Forestry. Terakhir Prof. Guillermo Q. Tabios III, Head, National Hydraulic Research Center, University of Philippines mempresentasikan tema Sudden Onset Disaster (Extreme Event).

Acara pun ditutup setelah mendapatkan kesimpulan dari hasil penyelenggaraan konferensi dan workshop ini, rencana ke depan dan follow-up workshop juga dibacakan. Akhirnya acara yang dimulai jam 8.00 WIB selama tiga hari bertrut-turut ini ditutup oleh Dr. Tumiran pada pukul 17.30 WIB. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai acara ini dapat dilihat di http://fakultas-teknik.ugm.ac.id/climate.

Oleh : Dewi Suryani