Site menu:

 

Pengurus Online

Video KAMASE







Who's Online

Statistik:

Cari Artikel:

Kategori:

Artikel Populer

RSS Planet Hijau

Arsip:

Dampak Negatif Penggunaan Energi Fosil dari Sektor Transportasi dan Industri

Oleh : Thomas Ari Negara

sumber_cemarJumlah penduduk dunia terus meningkat setiap tahunnya, sehingga peningkatan kebutuhan energi pun tak dapat dielakkan. Dewasa ini, hampir semua kebutuhan energi manusia diperoleh dari konversi sumber energi fosil, misalnya pembangkitan listrik dan alat transportasi yang menggunakan energi fosil sebagai sumber energinya. Secara langsung atau tidak langsung hal ini mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan makhluk hidup karena sisa pembakaran energi fosil ini menghasilkan zat-zat pencemar yang berbahaya.Pencemaran udara terutama di kota-kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Menurunnya kualitas udara tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali dan tidak efisien pada sarana transportasi dan industri yang umumnya terpusat di kota-kota besar, disamping kegiatan rumah tangga dan kebakaran hutan. Hasil penelitian dibeberapa kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya) menunjukan bahwa kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara. Hasil penelitian di Jakarta menunjukan bahwa kendaraan bermotor memberikan kontribusi pencemaran CO sebesar 98,80%, NOx sebesar 73,40% dan HC sebesar 88,90% (Bapedal, 1992).

lingkungan

Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udara dan iklim, air dan tanah). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosil terhadap manusia dan lingkungan:

Dampak Terhadap Udara dan Iklim

Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan global).

Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. Di udara, setengah dari konsentrasi NOx berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya kegiatan mikroorganisme yang mengurai zat organik). Di udara, sebagian NOx tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam.

Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan peleburan logam. Seperti kadar NOx di udara, setengah dari konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat (H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam.

hujan_asam

Emisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Jika dari awan tersebut turun hujan, air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5,6 yang merupakan pH “hujan normal”), yang dikenal sebagai “hujan asam”. Hujan asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi asam. Untuk pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman produksi. Untuk perairan, hujan asam akan menyebabkan terganggunya makhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam secara langsung menyebabkan rusaknya bangunan (karat, lapuk).

Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NOx, SO2, O3 di udara yang dilepaskan, antara lain oleh kendaraan bermotor, dan kegiatan industri. Smog dapat menimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam memandang.

asap_coltEmisi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke udara. Emisi CO2 tersebut menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat, sehingga terjadi peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global. CO2 tersebut menyerap sinar matahari (radiasi inframerah) yang dipantulkan oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi naik. Hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.

Emisi CH4 (metana) adalah pelepasan gas CH4 ke udara yang berasal, antara lain, dari gas bumi yang tidak dibakar, karena unsur utama dari gas bumi adalah gas metana. Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemasanan global.

Batu bara selain menghasilkan pencemaran (SO2) yang paling tinggi, juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi. Membakar 1 ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 ton karbon dioksida. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama, jumlah karbon dioksida yang dilepas oleh minyak akan mencapai 2 ton sedangkan dari gas bumi hanya 1,5 ton

Dampak Terhadap Perairan

cemar_air

Eksploitasi minyak bumi, khususnya cara penampungan dan pengangkutan minyak bumi yang tidak layak, misalnya: bocornya tangker minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan tumpahnya minyak (ke laut, sungai atau air tanah) dapat menyebabkan pencemaran perairan. Pada dasarnya pencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.

Dampak Terhadap Tanah

Dampak penggunaan energi terhadap tanah dapat diketahui, misalnya dari pertambangan batu bara. Masalah yang berkaitan dengan lapisan tanah muncul terutama dalam pertambangan terbuka (Open Pit Mining). Pertambangan ini memerlukan lahan yang sangat luas. Perlu diketahui bahwa lapisan batu bara terdapat di tanah yang subur, sehingga bila tanah tersebut digunakan untuk pertambangan batu bara maka lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian atau hutan selama waktu tertentu.

Referensi

  • Sukatma Maja Messmer, 1999, Energi, PPPGT / VEDC, Malang.
  • World Bank. Indonesia Environment and Development, a World Bank Country Study. Washington, D.C. 1994

Artikel Terkait:

Komentar

Komentar dari floverxia
Waktu 8 August 2009, 17:53

tq ya info’y,,q jd ngrti dech^^

Komentar dari atikah nurul
Waktu 30 August 2009, 12:03

ngeri,,,, ya kalau kota sudah dilanda hujan yang satu ini “hujan asam”, , , , , ,
maka dari itu kita harus menjagax, , , , ,
N jangan suka mencemari sungai,,, agar kota menjadi sehat dan segar . . . . . .

Komentar dari atikah nurul
Waktu 30 August 2009, 12:06

oya , , , ,thanks buat infox Q jadi lebih tau, , ,
He…He…He…

Komentar dari eno’
Waktu 9 October 2009, 12:40

seharusnya Qta sbagai gnerasi hrus bsa memperbaiki keadaan mnjadi lbih baik…
misal jga emisi kendaraan pribasi… :razz:

Komentar dari nha akh
Waktu 16 October 2009, 12:19

aduh…..takut jga ia ayo Qta jaga bumi n’ kurangi pembakaran serta mari kita adakn penghmntn….agr bumi tetp terjg…da indah

Komentar dari Cendo
Waktu 8 December 2009, 18:01

thanks… n mga aj nie bermanfaat bagi yang lain slain w… amin… ;-) ;-) ;-) ;-)

Komentar dari Zani
Waktu 28 December 2009, 19:45

waw seremmmmmm! :shock:

Komentar dari poe3three
Waktu 8 February 2010, 20:45

wawwwwwwwwwwwwwwww…………………………..serem generasi muda g bsa jaga mlah bisax ngrusak doankkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!ya g’?

Komentar dari Darlin Simanullang
Waktu 22 February 2010, 17:17

:smile: :cool:

artikel yang sangat Bagus. I Like This

Komentar dari cikka
Waktu 17 March 2010, 17:42

thanks bgd yah ! :grin: :grin:
bener2 bantuin tugas gue ;-)

Komentar dari zafira iwani puti
Waktu 29 April 2010, 19:28

bagai mana cara membuat itu

Komentar dari ima
Waktu 3 May 2010, 19:21

britanya ngbantu aq bgetzzz ;-) :lol:

Komentar dari Nur Kosim
Waktu 8 May 2010, 15:59

tank”s>>>>>>>>
buat informasinya….. :razz: :mrgreen:

Komentar dari Mhay
Waktu 11 May 2010, 13:33

Hmm..

thanks ea buat info e.. ;-)
aq jdi ngerti.. :smile:
dn nambah wawasn aq,, :grin:
:lol: :oops: :o

Komentar dari calter
Waktu 13 May 2010, 14:10

thx info’y..
mempermudh tgz aq ;-)

Komentar dari galih
Waktu 16 May 2010, 13:34

;-) kok penjabarannya terlalu panjang, gak di sebutka atu satu ja kan nnt bisa mikir sendiri kelanjitannya :???:

Komentar dari ervan
Waktu 19 May 2010, 19:13

ayo penerus bangsa jangan kita tergantung pada negara lain
tidak ada yang tidak bisa

Komentar dari Cowwkerr
Waktu 23 May 2010, 21:07

Thomas Ari Negara yang berbahagia……. thank ya atas artikelnya coz gua lagi butuh banget artikel ni buat makalah…..

Komentar dari suci rahmawati
Waktu 25 May 2010, 15:51

aduh penjabarannya terlalu panjang bagt jadi susah deh ngejelaskanya sama guru……
pusinkkkk dehhhh :sad:

Komentar dari tHya
Waktu 31 May 2010, 14:37

.eEeeemmb miNyak buMi …..
.eMank cEch .,awaL.na cuLit dEee cErna …

.tp cEkayank aQo uDaa ngErti .,
.eMmb tHakz atAz mAteri.na yG bEgitu LeNgkap n nAMbah wAwasan aQo …. ;-) :smile: :cool: :grin:

.tOpp abizz dEdh ..


Berikan komentar