<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Mahasiswa Sentra Energi</title>
	<atom:link href="http://www.kamase.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kamase.org</link>
	<description>One Stop Energy Services</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 01:59:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>KAMASE di INDORENERGY 2010</title>
		<link>http://www.kamase.org/kamase-di-indorenergy-2010/</link>
		<comments>http://www.kamase.org/kamase-di-indorenergy-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 12:14:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[mondialogo]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[universitas gadjah mada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kamase.org/?p=1210</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Dwi Novitasari Pada tanggal 28 – 30 Juli 2010, Komunitas Mahasiswa Sentra Energi (KAMASE) Jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, berkesempatan mengikuti INDOWATER 2010 Surabaya Expo &#38; Forum. Acara ini merupakan pameran internasional yang diikuti oleh berbagai perusahaan internasional. INDOWATER 2010 merupakan gabungan dari berbagai kategori kegiatan yaitu Indomeelex, Indorenergy, Indowaste [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh : Dwi Novitasari</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.kamase.org/wp-content/uploads/2010/08/indowater.jpg" rel="thumbnail"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1378" style="margin: 5px;" title="indowater" src="http://www.kamase.org/wp-content/uploads/2010/08/indowater-250x250.jpg" alt="" width="250" height="250" /></a>Pada tanggal 28 – 30 Juli 2010, Komunitas Mahasiswa Sentra Energi (KAMASE) Jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, berkesempatan mengikuti INDOWATER 2010 Surabaya Expo &amp; Forum. Acara ini merupakan pameran internasional yang diikuti oleh berbagai perusahaan internasional. INDOWATER 2010 merupakan gabungan dari berbagai kategori kegiatan yaitu Indomeelex, Indorenergy, Indowaste dan Indo Firex &amp; Security. KAMASE termasuk dalam kategori INDORENERGY, yaitu pameran Renewable Energy. Acara yang digelar di Grand City Expo Surabaya ini dibuka langsung oleh Menteri Perindustrian Indonesia, Bpk. Mohammad S Hidayat. Pameran mulai dibuka oleh masyarakat umum pada pukul 10.00 pagi dan berakhir pada pukul 18.00.<span id="more-1210"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ada banyak pengalaman yang kita dapat dengan mengikuti pameran kali ini. Hal yang membanggakan bagi kami adalah KAMASE merupakan satu-satunya exhibitor yang berasal dari kalangan mahasiswa. Masyarakat dan ekhibitor lain yang berasal dari perusahaan luar maupun nasional, memberikan apresiasi lebih setelah mengetahui kegiatan kita. Beberapa hal yang kita pamerkan di stan bernomor AP 04 ini adalah poster-poster kegiatan kita. Mulai dari kemenangan kita di Mondialogo Engineering Award, keberhasilan Solar Water Pumping di Panggang dan beberapa kerjasama lain yang telah ada. Beberapa orang bahkan menawarkan kerjasama di bidang energi terbarukan, bukan hanya air, tetapi juga microhidro hingga tenaga angin. Pengalaman lain yang membanggakan adalah, beberapa perusahaan internasional seperti grundfos, sangat tertarik untuk bekerjasama dengan kita untuk menyuplai pompa ataupun solar cell.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1379" title="indonesia-power" src="http://www.kamase.org/wp-content/uploads/2010/08/indonesia-power.jpg" alt="" width="450" height="339" /></p>
<p style="text-align: center;">Tamu Dari Indonesia Power</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1380" title="Stand-KAMASE" src="http://www.kamase.org/wp-content/uploads/2010/08/Stand-KAMASE.jpg" alt="" width="428" height="321" /></p>
<p style="text-align: center;">Stand KAMASE</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi kami pribadi, acara ini sangat bermanfaat untuk memperlihatkan kontribusi KAMASE di bidang energy terbarukan. Kami berharap, lebih jauh kegiatan ini bermanfaaat lebih banyak bagi Jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;"><span style="font-family: Tahoma; font-size: x-small;">Dwi Novitasari</span></div>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.kamase.org/kamase-hadiri-3rd-asia-pacific-ministers%e2%80%99-conference-of-housing-and-urban-development-apmchud/" title="KAMASE Hadiri 3rd Asia Pacific Ministers&#8217; Conference Of Housing Aand Urban Development (APMCHUD) 2010">KAMASE Hadiri 3rd Asia Pacific Ministers&#8217; Conference Of Housing Aand Urban Development (APMCHUD) 2010</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/siswa-siswi-sd-tumbuh-yogyakarta-belajar-tentang-energi-terbarukan/" title="Siswa-Siswi SD Tumbuh Yogyakarta Belajar Tentang Energi Terbarukan">Siswa-Siswi SD Tumbuh Yogyakarta Belajar Tentang Energi Terbarukan</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/kamase-muncul-di-media-massa/" title="KAMASE Muncul di Media Massa">KAMASE Muncul di Media Massa</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/peresmian-project-mondialogo-2007/" title="Peresmian Project Mondialogo 2007">Peresmian Project Mondialogo 2007</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/kamase-di-forum-internasional/" title="KAMASE di Forum Internasional">KAMASE di Forum Internasional</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kamase.org/kamase-di-indorenergy-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Stand KAMASE di INDORENERGY 2010 (28-30 Juli 2010)</title>
		<link>http://www.kamase.org/kunjungi-stand-kamase-di-indorenergy-2010-28-30-juli-2010/</link>
		<comments>http://www.kamase.org/kunjungi-stand-kamase-di-indorenergy-2010-28-30-juli-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 03:42:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kamase.org/?p=1202</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 2010 ini, KAMASE dengan dukungan dari Jurusan Teknik Fisika UGM, dipercaya untuk ikut serta dalam sebuah pameran internasional, INDORENERGY 2010. INDORENERGY 2010 adalah forum dan pameran tingkat internasional yang fokus di bidang energi baru dan terbarukan yang akan dihadiri oleh 200 peserta dari 30 negara di dunia. Pada event ini para pengunjung akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1440" style="margin: 5px;" title="indorenergy-13654-1" src="http://www.kamase.org/wp-content/uploads/2010/07/indorenergy-13654-1.gif" alt="" width="154" height="51" />Pada tahun 2010 ini, KAMASE dengan dukungan dari Jurusan Teknik Fisika UGM, dipercaya untuk ikut serta dalam sebuah pameran internasional, INDORENERGY 2010. INDORENERGY 2010 adalah forum dan  pameran tingkat internasional yang fokus di bidang energi baru dan terbarukan yang akan dihadiri oleh 200 peserta dari 30 negara di dunia. Pada event ini para pengunjung akan mendapatkan kesempatan berharga untuk memperoleh informasi yang komprehensif, mengembangkan jaringan dan berbagi pengalaman dengan para praktisi di bidang energi terbarukan dari KAMASE. Dalam kesempatan yang sangat langka ini, kami juga akan memaparkan kepada para pengunjung mengenai proyek edukasi KAMASE di bidang pengabdian kepada masyarakat menggunakan energi terbarukan yang telah dan sedang dijalankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, kami mengundang Anda untuk memanfaatkan kesempatan berharga ini dengan mengunjungi stand KAMASE pada:</p>
<ul>
<li>Hari/Tanggal          : Rabu &#8211; Jumat</li>
<li>Waktu                        : 28-30 Juli 2010</li>
<li>Tempat                     : Grand City Expo &#8211; Surabaya</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">-Salam persahabatan untuk energi yang bersahabat-</p>
<p style="text-align: justify;">Hormat Kami,</p>
<p style="text-align: justify;">-KAMASE  Team-</p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.kamase.org/kamase-di-indorenergy-2010/" title="KAMASE di INDORENERGY 2010">KAMASE di INDORENERGY 2010</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/kamase-hadiri-3rd-asia-pacific-ministers%e2%80%99-conference-of-housing-and-urban-development-apmchud/" title="KAMASE Hadiri 3rd Asia Pacific Ministers&#8217; Conference Of Housing Aand Urban Development (APMCHUD) 2010">KAMASE Hadiri 3rd Asia Pacific Ministers&#8217; Conference Of Housing Aand Urban Development (APMCHUD) 2010</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/siswa-siswi-sd-tumbuh-yogyakarta-belajar-tentang-energi-terbarukan/" title="Siswa-Siswi SD Tumbuh Yogyakarta Belajar Tentang Energi Terbarukan">Siswa-Siswi SD Tumbuh Yogyakarta Belajar Tentang Energi Terbarukan</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kamase.org/kunjungi-stand-kamase-di-indorenergy-2010-28-30-juli-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KAMASE Hadiri 3rd Asia Pacific Ministers&#8217; Conference Of Housing Aand Urban Development (APMCHUD) 2010</title>
		<link>http://www.kamase.org/kamase-hadiri-3rd-asia-pacific-ministers%e2%80%99-conference-of-housing-and-urban-development-apmchud/</link>
		<comments>http://www.kamase.org/kamase-hadiri-3rd-asia-pacific-ministers%e2%80%99-conference-of-housing-and-urban-development-apmchud/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 03:03:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[universitas gadjah mada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kamase.org/?p=1160</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Mulyana Karim APMCHUD merupakan acara pertemuan internasional dari 68 negara anggota yang diwakili para menteri di bidang pembangunan perumahan dan pengembangan perkotaan se-Asia Pasifik. Tujuan dari diselenggarakannya acara ini adalah untuk membicarakan perlunya pengelolaan perkotaan yang lebih seimbang antara unsur sosial, ekonomi, dan lingkungan melalui pembangunan berkelanjutan. Pada kesempatan kali ini, Indonesia bertindak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Mulyana Karim</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1370" style="margin: 5px;" title="apmchud1" src="http://www.kamase.org/wp-content/uploads/2010/06/apmchud1.jpg" alt="" width="223" height="226" />APMCHUD merupakan acara pertemuan internasional dari 68 negara anggota yang diwakili para menteri di bidang pembangunan perumahan dan pengembangan perkotaan se-Asia Pasifik. Tujuan dari diselenggarakannya acara ini adalah untuk membicarakan perlunya pengelolaan perkotaan yang lebih seimbang antara unsur sosial, ekonomi, dan lingkungan melalui pembangunan berkelanjutan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kesempatan kali ini, Indonesia bertindak sebagai tuan rumah yang acaranya diselenggarakan di kota Solo pada tanggal 22 -24 Juni 2010. Solo dipiih menjadi tempat penyelenggaraan <a href="http://www.apmchud.com/indexapmccc.htm" target="_blank">APMCHUD</a> karena Solo berhasil dalam mengimplementasikan pembangunan permukiman dan perkotaan yang mampu melibatkan masyarakat dengan meng hargai budaya lokal. <span id="more-1160"></span>Selain itu, kota Solo juga dapat dijadikan salah satu percontohan dan akan membagi pengalaman serta keberhasilannya kepada negara-negara anggota.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.kamase.org/wp-content/uploads/2010/06/apmchud.jpg" rel="thumbnail"><img class="aligncenter size-full wp-image-1371" title="apmchud" src="http://www.kamase.org/wp-content/uploads/2010/06/apmchud.jpg" alt="" width="455" height="207" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatannya sendiri terdiri dari beberapa acara, yaitu pertemuan pejabat senior, working group meeting, kunjungan lapangan, dan pameran. Teman-teman dari UGM yang diwakili oleh KAMASE dan Water Plant Community menjadi peserta pameran. Selain itu juga, diadakan diskusi langsung mengenai masalah-masalah mengenai masalah perumahan dan pembangunan kota serta masalah pengolahan limbah dan lingkungan kumuh antara mahasiswa dengan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Budi Yuwono yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I APMCHUD. APMCHUD di kota Solo ini nantinya akan menghasilkan deklarasi Solo yang harapannya menjadi kerangka regional pemberdayaan masyarakat untuk urbanisasi yang berkelanjutan, khususnya dalam konteks perubahan iklim dan penguatan ekonomi lokal di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber : Majalah Kiprah Edisi Mei – Juni 2010</p>
<p style="text-align: justify;">
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.kamase.org/kamase-di-indorenergy-2010/" title="KAMASE di INDORENERGY 2010">KAMASE di INDORENERGY 2010</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/siswa-siswi-sd-tumbuh-yogyakarta-belajar-tentang-energi-terbarukan/" title="Siswa-Siswi SD Tumbuh Yogyakarta Belajar Tentang Energi Terbarukan">Siswa-Siswi SD Tumbuh Yogyakarta Belajar Tentang Energi Terbarukan</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/kunjungi-stand-kamase-di-indorenergy-2010-28-30-juli-2010/" title="Kunjungi Stand KAMASE di INDORENERGY 2010 (28-30 Juli 2010)">Kunjungi Stand KAMASE di INDORENERGY 2010 (28-30 Juli 2010)</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/kamase-muncul-di-media-massa/" title="KAMASE Muncul di Media Massa">KAMASE Muncul di Media Massa</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/peresmian-project-mondialogo-2007/" title="Peresmian Project Mondialogo 2007">Peresmian Project Mondialogo 2007</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kamase.org/kamase-hadiri-3rd-asia-pacific-ministers%e2%80%99-conference-of-housing-and-urban-development-apmchud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memahami Biaya Produksi Listrik</title>
		<link>http://www.kamase.org/memahami-biaya-produksi-listrik-2/</link>
		<comments>http://www.kamase.org/memahami-biaya-produksi-listrik-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 08:44:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[energi listrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kamase.org/?p=1146</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Muhammad Ery Wijaya* Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) di Indonesia kembali menjadi perdebatan publik. Sejak tahun 2003 hingga sekarang, TDL tidak pernah berubah, khususnya  di sektor rumah tangga dan industri. Sejak jaman dahulu hingga sekarang, TDL untuk rumah tangga tidak pernah mencapai harga keekonomisannya, sehingga pemerintah diwajibkan untuk mengalokasikan sebagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh : <strong><a title="Muhammad Ery Wijaya" href="http://erywijaya.wordpress.com" target="_blank">Muhammad Ery Wijaya</a></strong>*<br />
<a href="http://www.kamase.org/wp-content/uploads/2010/06/Meteran-PLN2.jpg" rel="thumbnail"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1375" style="margin: 5px;" title="Meteran-PLN2" src="http://www.kamase.org/wp-content/uploads/2010/06/Meteran-PLN2-250x250.jpg" alt="" width="250" height="250" /></a>Rencana  pemerintah untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) di Indonesia kembali menjadi  perdebatan publik. Sejak tahun 2003 hingga sekarang, TDL tidak pernah  berubah, khususnya  di sektor rumah tangga dan industri. Sejak jaman  dahulu hingga sekarang, TDL untuk rumah tangga tidak pernah mencapai  harga keekonomisannya, sehingga pemerintah diwajibkan untuk  mengalokasikan sebagian dari APBN  untuk memberikan subsidi kepada PLN  atas perbedaan harga yang terjadi antara TDL dengan harga produksi  listrik yang sebenarnya. Maksud pemberian subsidi adalah untuk membantu  masyarakat kecil menikmati listrik dengan harga murah, agar perekonomian  dan pembangunan nasional bisa tumbuh.<span id="more-1146"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Namun  ironisnya, kebanyakan subsidi listrik justru tidak sesuai sasaran,  mayoritas malah dinikmati oleh sektor rumah tangga yang berlangganan  listrik dalam daya yang besar, yakni 2200 VA ke atas. Notabene pelanggan  2200 VA ke atas adalah perumahan mewah dengan penghasilan puluhan  hingga ratusan juta rupiah per bulan. Berbagai peralatan elektronik  terbaru dan yang mengkonsumsi listrik banyak bisa kita temukan di  pelanggan golongan ini. Mulai dari penghangat air, pendingin ruangan,  lampu hias, dsbnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbicara  tentang TDL sepatutnya kita juga berbicara tentang biaya produksi untuk  menghasilkan listrik. Biaya produksi listrik merupakan salah satu  komponen penting dalam proses investasi, dengan biaya produksi yang  rendah tentunya akan semakin menguntungkan bagi investor. Formula untuk menghitung biaya produksi listrik ada bermacam-macam, namun secara umum dapat dikategorikan ke dalam dua komponen utama, yakni: <em>Fixed cost</em> dan  <em>Variable cost</em>. <em>Fixed cost</em> terdiri dari biaya kapital dan biaya tetap  operasi dan pemeliharaan.<em> Variable cost</em> terdiri dari biaya bahan bakar  dan biaya  operasi dan pemeliharaan yang tidak tetap.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk  dapat menghitung <em>Fixed cost </em>per unit pembangkitan listrik diperlukan  beberapa data seperti, umur dari pembangkit listrik, <em>load factor</em>, dan  <em>discount rate</em>.  Sedangkan untuk menghitung <em>Variable cost</em> dibutuhkan data  tentang biaya bahan bakar, laju panas (<em>heat rate</em>), <em>heat content/heating  value</em> dari bahan bakar dan <em>discount rate</em>. Keseluruhan biaya produksi  listrik kemudian dapat dihitung dengan formula pada tabel berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.kamase.org/wp-content/uploads/2010/06/Tabel-formula-menghitung-biaya-produksi-listrik.png" rel="thumbnail"><img class="aligncenter size-full wp-image-1376" title="Tabel-formula-menghitung-biaya-produksi-listrik" src="http://www.kamase.org/wp-content/uploads/2010/06/Tabel-formula-menghitung-biaya-produksi-listrik.png" alt="" width="448" height="388" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan mengetahui biaya produksi listrik, maka kita seharusnya lebih peduli akan penggunaan energi listrik. Kemudian menyadari betapa besarnya subsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada kita, terlebih lagi kepada pelanggan PLN di perumahan mewah. Menurut PLN, harga keekonomisan listrik yang diproduksi oleh mereka adalah 1.380 per kWh atau lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual rata-rata listrik PLN, yakni sekitar Rp670 per kWh.  Sehingga bisa kita bayangkan berapa besar uang rakyat yang salah sasaran dengan memberikan subsidi listrik kepada pelanggan kelas atas.</p>
<p style="text-align: justify;">*<em>Penulis adalah Chairman KAMASE periode 2006-2007, saat ini bekerja di Energy Laboratory, Asian Institute of Technology (AIT), Thailand. Bidang riset yang sedang ditekuni oleh penulis adalah energy planning and policy, energy economics dan renewable energy technology. Korespondensi dengan penulis bisa dilakukan melalui email: erywijaya@ait.ac.th</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><img src="file:///C:/Users/ERYWIJ%7E1/AppData/Local/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /></p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.kamase.org/pltmh-sebagai-solusi-permasalahan-energi-di-daerah-terpencil/" title="PLTMH sebagai Solusi Permasalahan Energi di Daerah Terpencil">PLTMH sebagai Solusi Permasalahan Energi di Daerah Terpencil</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/mobil-hidrogen/" title="MOBIL HIDROGEN">MOBIL HIDROGEN</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/pendingin-ruangan-dengan-tenaga-panas-matahari-revolusi-air-conditioning-untuk-masa-depan/" title="Pendingin Ruangan dengan Tenaga Panas Matahari: Revolusi Air Conditioning untuk Masa Depan">Pendingin Ruangan dengan Tenaga Panas Matahari: Revolusi Air Conditioning untuk Masa Depan</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/meninjau-pembangunan-proyek-10-000-mw-tahap-kedua/" title="Meninjau Pembangunan Proyek 10.000 MW Tahap Kedua">Meninjau Pembangunan Proyek 10.000 MW Tahap Kedua</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/issue-gender-and-energi/" title="Issue Gender and Energi">Issue Gender and Energi</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kamase.org/memahami-biaya-produksi-listrik-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi Biomassa, Energi Terbarukan yang Merakyat</title>
		<link>http://www.kamase.org/energi-biomassa-energi-terbarukan-yang-merakyat/</link>
		<comments>http://www.kamase.org/energi-biomassa-energi-terbarukan-yang-merakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 15:57:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biodiesel]]></category>
		<category><![CDATA[Bioethanol]]></category>
		<category><![CDATA[energi biomassa]]></category>
		<category><![CDATA[energi matahari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kamase.org/?p=1113</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Hermawan Febriansyah Hari demi hari kebutuhan energi di negara kita semakin banyak dan hal ini berbanding terbalik dengan produksi energi itu sendiri. Hal yang menjadi pokok masalah kita saat ini adalah tentang semakin minimnya bahan bakar fosil sebagai sumber energi. Lalu bagaimana kita harus mengatasinya? Banyak teori tentang bagaimana menanggulangi krisis energi terutama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Hermawan Febriansyah</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.kamase.org/wp-content/uploads/2010/06/potensi.jpg" rel="thumbnail"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1387" style="margin: 5px;" title="potensi" src="http://www.kamase.org/wp-content/uploads/2010/06/potensi-250x250.jpg" alt="" width="250" height="250" /></a>Hari demi hari kebutuhan energi di negara kita semakin banyak dan hal ini berbanding terbalik dengan produksi energi itu sendiri. Hal yang menjadi pokok masalah kita saat ini adalah tentang semakin minimnya bahan bakar fosil sebagai sumber energi.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana kita harus mengatasinya? Banyak teori tentang bagaimana menanggulangi krisis energi terutama energi dari bahan bakar fosil yaitu dengan menggunakan tenaga angin, surya, samudra, biomassa, nuklir, ataupun yang lainnya. Akan tetapi, bagaimana kita melakukannya sementara masih banyak orang Indonesia yang belum menyadari pentingnya hal tersebut untuk masa depan. Saat ini yang kita perlukan adalah individu-individu yang mempunyai inisiatif dan kreatifitas untuk menanggulangi hal itu.<span id="more-1113"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimanapun ini merupakan tugas kita sebagai generasi muda untuk mewujudkannya karena masa depan ada di tangan kita. Yang perlu kita garisbawahi di sini adalah bahwa krisis energi di negara kita sangat berkaitan erat dengan masalah ekonomi nasional, karena BBM naik, semua bahan pangan ikut naik dan dampaknya adalah pada rakyat menengah ke bawah. Hal ini juga terjadi belahan dunia lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih dalam ingatan kita, bagaimana pemerintah “memaksa” rakyat untuk meninggalkan penggunaan kompor minyak tanah dan beralih ke kompor gas. Mereka yang belum siap menerima konversi ke kompor gas, menggunakan kayu bakar atau arang untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-harinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Biomassa</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Biomassa (bahan bakar hayati/nabati) merupakan produk fotosintensis, yaitu butir-butir hijau daun yang dihasilkan klorofil yang bekerja sebagai semacam sel-sel surya, menyerap energi matahari dan mengonversi karbon dioksida menjadi suatu senyawa karbon, hidrogen, dan oksigen. Senyawa ini dapat dipandang sebagai suatu penyerapan energi yang dapat dikonversi menjadi suatu produk lain, misalnya arang/karbon, alkohol kayu, dan lain-lain.</p>
<div id="_mcePaste" style="text-align: center;"><strong>CO2 + H20 + E &#8212;-&gt; CX(H20)Y + O2</strong></div>
<div id="_mcePaste">Dimana:</div>
<div id="_mcePaste">
<ul>
<li>E = Energi cahaya matahari</li>
<li>CO2 = Gas karbondioksida</li>
<li>CX(H20)Y  = Hidrokarbon yang terjadi</li>
<li>H20 = Air</li>
<li>O2 = Oksigen</li>
</ul>
</div>
<p style="text-align: justify;">Dalam sebuah perhitungan dengan metode Rabinowitch, proses fotosintesis menyimpan/menyisihkan seperdua energi pembakaran yang secara maksimum per atom karbon.</p>
<p style="text-align: justify;">Jenis-jenis biomassa dapat berasal dari limbah seperti limbah kelapa sawit, sekam padi, limbah tebu, dan kayu dan juga dapat berasal dari yang secara khusus ditanam misalnya jarak, sorgum, alga, dll. Bahan bakar cair yang dihasilkan kemudian dicampur dengan minyak dan sering disebut biofuel. Jika dicampur solar disebut biodiesel. Jika dicampur dengan bensin disebut bioetanol.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebun Energi</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-weight: normal;"> </span><span style="font-weight: normal;">Salah satu pemikiran untuk membuat sebuah desa mandiri energi untuk keperluan rumah tangga adalah dengan membuat kebun energi. Kebun energi yang dimaksud adalah kebun yang ditanami dengan pohon kayu yang khusus diperuntukkan sebagai kayu bakar. Jenis pohon yang dianggap baik dan berkembang pesat adalah kaliandra dan lamtorogung. Selain pesat, batang pohon ini tidak terlampau besar, sehingga mudah dipotong sederhana dan cepat siap pakai.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: normal;">Setelah kebun mulai tumbuh, keadaan tanah akan berangsur-angsur membaik, karena pohon lamtorogung merupakan pemupuk hijau (groenbemester), sehingga membuat tanah subur. Jikalau tersedia lahan besar, maka desa tersebut dapat mengekspor kelebihan kayu bakarnya ke desa lain. Dan jikalau kayu bakar itu dibuat menjadi arang, maka akan terdapat suatu pertambahan nilai dan hasil ini, bahkan dapat dikirim ke kota-kota besar atau bahkan diekspor.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kompor Roket sebagai Implementasi Sederhana dari Biomassa</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: normal;">Namun, penggunaan arang secara konvensional juga dipandang masih kurang baik dalam segi efisiensi, efektivitas, dan keramahannya terhadap lingkungan. Jumlah kayu bakar yang digunakan dalam sehari dan besar panas pembakaran yang dihasilkan dinilai boros, karena antara waktu penggunaan kayu bakar dan waktu yang dibutuhkan pohon untuk dapat dijadikan kayu bakar tidak sebanding. Apalagi kalau digunakan dalam jumlah besar dan oleh banyak orang, hal itu akan mengakibatkan terjadinya pengeksploitasian pohon secara besar-besaran.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: normal;">Kompor roket adalah salah satu teknologi kompor untuk mengoptimalkan kinerja bahan bakar kayu. Kompor ini juga dapat menggunakan bahan bakar rumput kering. Kompor roket yang mulai dikembangkan sejak tahun 1980 ini, didisain layaknya tungku pembakaran, namun yang dimanfaatkan untuk pembakaran adalah gas yang keluar dari kayu bakar tersebut, dan terlihat seperti kompor gas pada umumnya. Dengan kompor roket, jumlah kayu bakarnya setengah dari yang digunakan secara konvensional dapat menghasilkan besar panas pembakaran yang lebih tinggi. Tentunya proses pembakarannya lebih sempurna karena membuang sedikit hidrokarbon ke udara, sehingga lebih ramah lingkungan.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: normal;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1388" title="kompor" src="http://www.kamase.org/wp-content/uploads/2010/06/kompor.jpg" alt="" width="365" height="283" /><br />
</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: normal;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: normal;">Kompor roket sudah banyak diaplikasikan di negara-negara di Afrika seperti Malawi, Uganda, Tanzania, Zambia, dan Mozambik. Mengingat potensinya di Indonesia yang memiliki sumber daya biomassa yang cukup melimpah dan rakyatnya sudah akrab dengan kayu bakar, implementasi sederhana energi biomassa melalui teknologi kompor roket dapat menjadi langkah awal bagi pemerintah untuk mulai mengurangi penggunaan energi fosil seperti gas yang tidak sustainable dan nantinya kita dapat menjadikan pengolahan energi biomassa lainnya seperti biofuel sebagai salah satu energi alternatif terdepan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah dan Solusi</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: normal;">Kiranya gambaran di atas dapat menjadikan kita sebagai kaum intelektual untuk serta memecahkan permasalahan di atas. Inisiatif masyarakat bawah harus didorong oleh kaum intelektual untuk bisa memecahkan dan mencari solusi. Dengan transfer pengetahuan, inisiatif dari masyarakat bisa terwujud. Masih terngiang dalam ingatan kita bagaimana perjuangan para kaum intelektual (mahasiswa) dalam melakukan demonstrasi penolakan kenaikan BBM. Namun sangat disayangkan perjuangan seakan-akan berhenti tatkala pemerintah tetap menaikkan harga BBM. Yang dibutuhkan saat ini adalah peran aktif kita sebagai kaum intelektual untuk menjadi bagian dari solusi krisis energi yang mengancam. Tanpa adanya peran aktif dan hanya menunggu kebijakan dari pemerintah (top down policies) maka bangsa ini akan semakin terjerat dalam lingkaran krisis energi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: normal;">Peran kaum intelektual dalam mendorong inisiatif masyarakat yang jauh dari perkembangan IPTEK harus dibarengi dengan kebijakan dari atas agar memantapkan langkah bangsa ini dari lingkaran krisis energi. Saat ini dibutuhkan kemandirian energi untuk mendorong kekuatan ekonomi bangsa. Kita tidak bisa mengandalkan sumber-sumber energi fosil (minyak bumi, batubara, dan gas )untuk menjaga ketahanan energi kita. Dalam blue cetak biru energi nasional, cadangan energi fosil khususnya minyak bumi semakin terbatas. Rasio antara cadangan dan produksi hanya 18 tahun. Dalam sumber lain mengatakan bahwa produksi minyak Indonesia saat ini mencapai 900.000 barel per hari, dan 50 persen dikirim ke luar negeri, mengingat 87 persen sektor migas dikuasai oleh asing. Kebutuhan minyak Indonesia sendiri saat inimencapai 1,4 juta barel per hari, sehingga masih perlu impor 950.000 barel per hari (ANTARA News, 15 Desember 2009). Oleh karena itu, diperlukan kesungguhan pemerintah dalam membuat kebijakan yang merakyat dan mendukung sistem pengembangan energi alternatif untuk mencukupi kebutuhan energi, salah satunya energi biomassa, energi terbarukan yang merakyat.</span></p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.kamase.org/berbagai-aplikasi-energi-matahari/" title="Berbagai Aplikasi Energi Matahari">Berbagai Aplikasi Energi Matahari</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/biomassa-sebagai-pilihan-sumber-energi-terbarukan/" title="Biomassa Sebagai Pilihan Sumber Energi Terbarukan">Biomassa Sebagai Pilihan Sumber Energi Terbarukan</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/desa-mandiri-energisolusi-perekonomian-indonesia-di-abad-21/" title="Desa Mandiri Energi : Solusi Perekonomian Indonesia di Abad 21">Desa Mandiri Energi : Solusi Perekonomian Indonesia di Abad 21</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/space-solar-power-system/" title="Space Solar Power System">Space Solar Power System</a></li><li><a href="http://www.kamase.org/sistem-pengangkatan-air-di-kecamatan-panggang-menggunakan-energi-matahari-sebagai-solusi-kehidupan-masyarakat-yang-lebih-baik/" title="Sistem Pengangkatan Air Di Kecamatan Panggang Menggunakan Energi Matahari Sebagai Solusi Kehidupan Masyarakat Yang Lebih Baik">Sistem Pengangkatan Air Di Kecamatan Panggang Menggunakan Energi Matahari Sebagai Solusi Kehidupan Masyarakat Yang Lebih Baik</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kamase.org/energi-biomassa-energi-terbarukan-yang-merakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
