Pada 1 April 2016 Pemerintah telah melakukan penurunan harga berbagai jenis bahan bakar minyak diantaranya adalah premium dan solar. Pro dan Kontra penurunan harga bahan bakar selalu terjadi ditengah masyarakat dengan menghubungkan antara penurunan bahan bakar minyak dengan harga berbagai macam komoditas di pasaran. Penurunan biaya transportasi baik udara, darat maupun laut sangat ditunggu-tunggu masyarakat dikarenakan sektor transportasi merupakan salah satu sektor utama yang terdampak langsung dengan adanya penurunan harga bahan bakar minyak. Masyarakat memiliki harapan bahwa dengan adanya penurunan biaya transportasi sebagai akibat penurunan harga bahan bakar minyak akan merambah ke sektor lain seperti sektor kesehatan, pertanian, produksi bahan pangan dan lainnya.

Terlepas dari pro dan kontra dampak penurunan harga bahan bakar minyak terhadap berbagai macam sektor yang ada dilingkungan masyarakat, salah satu sektor yang menarik untuk dilirik sedikit adalah sektor energi baru dan terbarukan. Sektor energi baru dan terbarukan mulai ramai didengungkan di Indonesia ketika harga minyak mentah hampir menyentuh $ 100 per barrel. Haluan Pemerintah terkait Energi pun mulai melakukan berbagai macam revisi, diskusi dan pembahasan mengenai target bauran energi baru dan terbarukan yang harus dicapai pemerintah di akhir 2025. Dari tahun ke tahun, peraturan-peraturan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah selalu muncul untuk membantu mewujudkan target bauran energi baru dan terbarukan yang telah dicanangkan sejak jauh-jauh hari. Peraturan-peraturan tersebut beragam, mulai dari pembebasan lahan, harga penjualan listrik yang dibangkitkan secara mandiri oleh masyarakat, perseorangan atau instansi hingga diterapkannya dana ketahanan energi.

Perencanaan, sosialisasi, hingga pembangunan berbagai macam pembangkit listrik serta produksi bahan bakar minyak dengan menggunakan berbagai jenis tanaman mulai digalakkan di beberapa daerah. Penelitian demi penelitian terus dilakukan, produksi demi produksi terus ditingkatkan serta pembangunan demi pembangunan terus dijalankan. Semua ini dilakukan demi mencapai atau bahkan melebihi target bauran energi baru dan terbarukan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah pada tahun 2025 mendatang. Sebuah pertanyaan singkat terbesit dalam pikiran beberapa orang “Mengapa Indonesia harus mencapai target atau bahkan melebihi target dari bauran energi baru dan terbarukan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah pada tahun 2025 mendatang?”

Sebuah pertanyaan sederhana yang sangat menggelitik dan bagi sebagian besar orang akan dengan mudah mengatakan “Pertanyaan seperti itu kok ditanyakan? Tentu saja jawabannya supaya Indonesia semakin ramah lingkungan di tahun 2025 mendatang, ketahanan energi Indonesia akan kuat di tahun 2025 mendatang karena kita tidak semakin bergantung dengan negara lain dan kondisi ekonomi akan membaik karena harga bahan pokok semakin murah yang diakibatkan berkurangnya ketergantungan Indonesia terhadap Negara lain pada bidang energi.” Sebuah jawaban yang benar juga, karena kata-katanya cukup manis dan memang hal itulah yang diharapkan terjadi di Indonesia nantinya. Namun, apabila kita tanyakan pertanyaan itu pada saat ini dimana harga bahan bakar minyak mentah kurang dari $50 per barel per 1 april 2016. Maka akan muncul pertanyaan kembali “Buat apa harus menggunakan energi baru dan terbarukan, kan harga minyak murah?”

Ketika kita kembali lagi ke pertanyaan yang pertama tadi mengenai “Mengapa Indonesia harus mencapai target atau bahkan melebihi target dari bauran energi baru dan terbarukan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah pada tahun 2025 mendatang?” Jawaban yang manis seperti ramah lingkungan dan ketahanan energi di masa mendatang masih belum cukup untuk memuaskan dahaga

akan jawaban dari pertanyaan diatas. Penelitian demi penelitian serta pernyataan demi pernyaataan didengungkan baik oleh pemerintah, praktisi hingga orang awam bahwa bahan bakar minyak bumi akan mulai masuk masa kritis pada tahun 2025 mendatang. Masa kritis disini sering diartikan sebagai jumlah kandungan minyak di dalam bumi semakin menurun, atau teknologi untuk mengeksplorasi semakin jauh dan banyak sangat mahal sehingga akan mengakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak di tahun 2025.

Pernyataan-pernyataan seperti ini lah yang mengakibatkan harga bahan bakar minyak semakin mahal dan dijadikan pemaksaan jawaban untuk memuaskan dahaga akan jawaban dari pernyataan diatas. Meskipun berbagai macam data akan dimunculkan ketika kita mulai mencari topik bahasan ini di dunia maya dengan melakukan searching pada berbagai macam aplikasi atau alamat yang menyediakan layanan pencari, data-data tersebut hanyalah sekedar angka ramalan yang belum terbukti kebenarannya karena sekarang masih belum tahun 2025. Sebuah alasan serta sikap idiot ketika banyak data yang muncul dan kita tidak percaya akan kebenarannya kemudian memilih diam dan menunggu kedatangan tahun 2025 untuk melihat bukti dan kebenaran data-data yang tersaji tersebut.

Sikap idiot yang tidak mau percaya akan data-data tersebut ternyata ada benarnya juga untuk membahas masalah bahan bakar minyak disini. Bukan sesuatu yang baru ketika kita mendengar anjloknya harga bahan bakar minyak dalam waktu yang relatif singkat dari harga yang tinggi hingga mencapai harga terendah yang belum pernah terjadi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini. Sebagian besar akan mengaitkan anjloknya harga tersebut karena kemunculan shell gas yang dihasilkan di Amerika, namun tidak sedikit pula yang mengaitkan anjloknya harga minyak itu dengan hal-hal mistis seperti karena Tuhan senang dengan terpilihnya Jokowi sebagai presiden Indonesia maka harga minyak dibuat turun sebagai hadiah dari Tuhan. Ada yang mengangguk-angguk, tersenyum, geleng-geleng kepala hingga menunjukkan kemarahannya ketika mendengar jawaban seperti diatas tadi.

Terlepas dari Amerika dan hal mistis seperti contoh diatas, terdapat sebuah peristiwa yang cukup menarik setelah anjloknya harga bahan bakar minyak. Peristiwa tersebut adalah penurunan harga bahan bakar minyak yang terus cenderung terjadi dibandingkan kenaikan harga bahan bakar minyak setelah anjloknya harga bahan bakar minyak. Beberapa berita serta pernyataan tokoh negara-negara penghasil minyak yang tergabung dalam OPEC seperti pemerintahan Arab Saudi menyatakan tidak akan mengurangi produksi minyaknya. Hal ini mengakibatkan jumlah minyak di pasaran lebih tinggi daripada permintaan konsumen. Sebagai salah satu orang yang tidak paham ekonomi, penuis disini dapat langsung mengambil kesimpulan apabila jumlah barang tinggi (anggaplah 500 buah) sementara permintaan terhadap barang tersebut rendah (anggaplah 100 buah) maka akan menyebabkan harga barang menjadi cenderung terus turun dibandingkan kenaikan harga barang tersebut.

Apabila kita kembali ke bahasan sebelumnya yaitu ketika pada tahun 2025 mendatang akan terjadi kondisi bahan bakar minyak yang kritis dimana seharusnya harga bakar minyak akan terus naik hingga tahun 2025. Namun sekarang harga bahan bakar minyak justru cenderung mengalami penurunan. Aliih-alih ketika kita melakukan pencarian terhadap data-data bahan bakar minyak yang diprediksikan hingga tahun 2025 akan mengalami fase kritis, kondisi hari ini sangat bertentangan dengan hal yang akan terjadi menurut data tersebut di tahun 2025 nantinya. Apalagi ketika negara-negara penghasil minyak akan sepakat mengurangi jumlah produksinya untuk menyelamatkan industri perminyakan. Apabila hal ini terjadi, maka data-data penelitian tersebut mulai meragukan dan muncul berbagai macam pertanyaan lanjutan yang tidak akan dibahas disini.

Sebuah pemikiran menarik kemudian muncul, “ketika produksi minyak diturunkan maka harga bahan bakar minyak akan kembali naik, ketika bahan bakar minyak naik maka harga kebutuhan lain akan ikut naik, tetapi kondisi kritis akibat bahan bakar minyak bisa ditunda tidak terjadi di tahun 2025 melainkan ditahun-tahun selanjutnya.” Lalu pertanyaan pertama diawal tadi kembali didengungkan “Jadi, mengapa Indonesia harus mencapai target atau bahkan melebihi target dari bauran energi baru dan terbarukan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah pada tahun 2025 mendatang?”

Ketika harga bahan bakar minyak terus mengalami kenaikan maka semangat sebagian besar rakyat Indonesia untuk mendukung dan mengembangkan energi baru dan terbarukan ikut mengalami kenaikan. Bahkan efek tersebut berdampak luas kemasyarakat dengan penghematan energi oleh masyarakat hingga masyarakat rela segera menyediakan lahannya untuk dibangunkan pembangkit listrik dengan energi baru dan terbarukan di sekitar wilayahnya. Namun, ketika harga bahan bakar minyak terus mengalami penurunan maka semangat sebagian besar rakyat Indonesia untuk mendukung dan mengembangkan energi baru dan terbarukan juga ikut mengalami penurunan. Bahkan efek tersebut berdampak luas kemasyarakat dengan semakin memboroskan energi dan menghambur-hamburkan energi oleh masyarakat hingga terjadi penolakan dimana-mana terkait pembangunan pembangkit listrik dengan energi baru dan terbarukan di sekitar wilayahnya.

Kondisi seperti ini banyak terjadi bagi masyarakat yang hanya memikirkan besok akan makan apa sebuah analogi untuk menggambarkan jangka pendek pemikiran bukannya jangka jauh pemikiran. Untuk masyarakat yang seperti ini, pembangunan energi baru dan terbarukan akan sulit ketika penurunan harga bahan bakar minyak terjadi. Namun, bagi kebanyakan masyarakat Indonesia yang berpikiran jauh kedepan, kondisi penurunan minyak ini berarti investasi yang bagus untuk masa depan yang lebih baik kedepannya. Karena harga bahan bakar minyak yang turun diharapkan juga berdampak pada penurunan berbagai macam harga komoditas di pasaran utamanya berbagai komponen untuk melakukan pembangunan pembangkit yang berdasarkan energi baru dan terbarukan. Jadi, apakah dengan adanya penurunan harga bahan bakar minyak menjadi suatu keuntungan atau suatu kerugian bagi energi baru dan terbarukan? Sebuah opini tanpa data yang memusingkan, berpikirlah jauh kedepan tidak hanya berhenti ditengah jalan, selamat menikmati penurunan harga bahan bakar minyak.

Ditulis oleh: Pandhu Picahyo (Kamase 12)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.