Pada tanggal 21 dan 22 September 2019 lalu, Kamase mengadakan malam keakraban, teruntuk anggota kamase tahun pertama hingga anggota kamase angkatan 2017.

Berangkat dari sekretariat kamase tepat setelah ashar, menempuh sepanjang jalan kaliurang menuju utara terus keatas hingga sebelum merapi. Sesampainya di lokasi, tiba waktunya untuk sedikit bersantai dari hiruk pikuk rutinitas dan berbincang-bincang dengan kawan lama yang barangkali telah lama juga tidak bertemu, maklum banyak dari kakak-kakak alumni kamase yang saat ini berdomisili di luar Jogja, diantara satu dengan yang lainnya jarang bisa berjumpa. Jadilah makrab ini merupakan kesempatan untuk rehat sejenak disela kesibukan, menyapa Jogja, berjumpa kawan lama, dan membagi cerita pada adik-adiknya, kamase 2016-2017.

Sore hari hingga menjelang malam, agenda bebas, bahkan beberapa baru menyusul datang ke lokasi saat petang dan ada yang sedikit lebih malam. Kegiatan inti baru dimulai setelah isya, setelah makan malam sembari bakar-bakaran, dimulai dari perkenalan supaya lebih akrab dan malam keakraban berjalan lebih hangat.

Berbincang-bincang mengenai KAMASE dari awal KAMASE berdiri hingga tahun 2019 ini

KAMASE Juarai Mondialogo Engineering Award (MEA) di tahun 2007

Berawal dari keprihatinan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada tahun 2007 di dusun Banyumeneng, Panggang, Gunung Kidul yang memilki akses sulit untuk mendapatkan air, dengan kepedulian dan semangat berbagi, Komunitas Mahasiswa Sentra Energi (Kamase) dari jurusan Teknik Fisika UGM menggagas sebuah konsep pengangkatan air bertenaga matahari di dusun Banyumeneng, kemudian gagasan tersebut diikutkan dalam kompetisi Mondialogo Engineering Award (MEA) tahun 2007 di Mumbay India, KAMASE TEAM (UGM) yang bekerja sama dengan Jurusan Teknik Elektro dan Komputer Curtin University of Technology berhasil masuk ke dalam major winner, 10 terbaik dengan judul paper “Development of Sustainable Power and Water Supply for Remote Areas and Disaster Response and Reconstruction in Indonesia ” dan berhasil menyisihkan ratusan proposal yang datang dari seluruh penjuru dunia.

Bersama masyarakat mengatasi permasalahan air di Banyumeneng.

Pendanaan yang diberikan oleh UNESCO sebesar 20.000 Euro dari  Mondialogo Engineering Award (MEA) tahun 2007 menjadi awal berjalannya pembangunan sistem pengangkatan air, Solar Water Pumping System (SWPS) di dusun Banyumeneng.  Program pengangkatan air di tiga dusun yaitu Dusun Banyumeneng I, Banyumeneng II, dan Banyumeneng III tersebut sepenuhnya melibatkan masyarakat dengan sistem gotong royong agar tumbuh rasa memiliki. Hingga saat ini untuk operasional dari sistemnya sendiri dilakukan oleh masyarakat yang tergabung dalam Organisasi Pengelola Air Kali Gede atau OPAK, dengan tetap didampingi oleh KAMASE dan alumni KAMASE yaitu ENERBI (Energi Bersih Indonesia) untuk mengatasi setiap ada kerusakan.

Pelaksana Jogja Energy Forum di 2014

Jogja Energy Forum 2014 adalah forum energi pertama di Jogja yang berupa serangkaian kegiatan seperti talkshow, seminar, lomba poster ilmiah dan pameran energi terbarukan yang lembaga atau komunitas energi lainnya seperti dari Direktorat Jenderal EBTKE Kementrian ESDM, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia, serta Energi Bersih Indonesia, dengan tema “Indonesia After Oil”

Ide Energi 2018 ini perayaan KAMASE genap 17 tahun

Berawal dari gagasan sekelompok mahasiswa teknik fisika di tahun 2000 yang sama-sama memiliki minat di energi terbarukan dan merasa butuh ruang untuk bersama – sama belajar dan mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dari bangku perkuliahan, yang kemudian menginisiasi terbentuknya KAMASE hingga sekarang ini. 17 tahun bukan merupakan waktu yang singkat untuk sebuah organisasi, tentunya dalam perjalanannya banyak pasang surut yang dijalani, banyak tantangan yang dihadapi, dan banyak penyesuaian – peneyesuaian yang dilakukan untuk terus berkembang dan bermanfaat. KAMASE sebagai komunitas yang fokus di bidang energi terbarukan selama 17 tahun ini melihat peluang Indonesia untuk mengembangkan energi terbarukan, namun terhambat dengan kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hal tersebut. Oleh karena itu melalui momentun 17 tahun, KAMASE mengadakan seminar yang bertujuan untuk memberikan pandangan mengenai urgensi penggunaan energi terbarukan saat ini agar masyarakat lebih tersadarkan akan peluang mengenai pengembangan energi terbarukan yang semakin luas.

Dan kegiatan-kegiatan lainnya yang telah dilaksanakan KAMASE seperti acara diskusi mengenai energi, kunjungan ke SWPS di Panggang dan yang lainnya.

Berbagai cerita pengalaman KAMASE dari para alumni, meningkatkan semangat kami untuk belajar lebih banyak lagi tentang energi melalui KAMASE, dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan kedepannya untuk KAMASE terus berkembang dan bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.