Oleh : Anton Nur Hidayat

Era Hidrogen telah di depan pintu, kehadirannya akan makin nyata. Ini merupakan upaya umat manusia melepaskan diri dari ketergantungan kepada sumber energi fosil, sehingga mengarah kepada pencarian bahan bakar untuk masa depan, yang dapat tersedia sepenuhnya, artinya dapat diperbarui secara berkelanjutan di dalam suatu siklus yang konstan.

Proses ini harus memenuhi kriteria yang ekonomis, kualitatif dan kuantitatif. Kini, para periset dan ilmuwan di seluruh dunia telah menemukan sumber energi yang mampu mencapai kondisi ideal tersebut, yaitu: hidrogen. Dengan memanfaatkan bahan bakar Hidrogen ini diarahkan dapat meminimalisir kebutuhan energi dan membuat terobosan baru dibidang teknologi mobil.

Hidrogen jelas sekali berbeda dari sumber energi fosil karena adanya fakta sederhana tapi penting bahwa di dalam proses pemakaian dan regenerasinya, hidrogen ini bisa menempel pada suatu siklus yang bersifat regeneratif dan natural. Di mana saja hidrogen dapat diperoleh kembali melalui regenerasi sumber energi, seperti energi sinar matahari, angin, dan air.

Selain lebih ramah lingkungan, mobil hidrogen ternyata dua kali lebih irit dibanding yang berbahan bakar minyak. Baru-baru ini, Asosiasi Hidrogen Nasional Amerika Serikat memamerkan belasan mobil hidrogen hasil pengembangan produsen otomotif dunia di Washington. Mobil Hidrogen ini memiliki tipe sistem penggerak yang mana dapat mengubah Hidrogen menjadi dua bentuk energi untuk mengemudikan mobil: entah melalui sebuah mesin pembakaran (combustion engine) konvensional yang bekerja untuk mengubah energi ini langsung menjadi daya dorong, atau melalui apa yang disebut sebagai pembakaran “dingin” di dalam sebuah sel bahan bakar (fuel cell) yang menghasilkan energi listrik.

Kendaraan berbahan bakar hidrogen yang diperkenalkan itu terdiri dari bus, sedan, bahkan mobil balap. Di antaranya produksi General Motor (GM) dan DaimlerChrysler. Dua pabrik otomotif raksasa ini berniat membuat mobil-mobil kecil dalam lima tahun ke depan. Adapun perusahaan pertama yang memanfaatkan bahan bakar Hidrogen adalah BMW Group. Profesor Dr. Burkhard Göschel, Board Member BMW AG untuk Pengembangan dan Pembelian, “Kami akan mulai menjual mobil-mobil dengan bahan bakar hidrogen kepada customer untuk produksi BMW Seri 7 sekarang ini.” BMW telah menguji banyak mesin dan kendaraan dengan hidrogen cair ini sejak 1978. Pada tanggal 11 Mei 2000, BMW menjadi pembuat mobil yang pertama di dunia yang mempersembahkan pameran 15 mobil saloon dengan bahan bakar hidrogen, dalam hal ini BMW 750hL. Untuk mempromosikan teknologi hidrogen di Jerman secara langsung, BMW Group telah menjalin bekerja sama dengan Aral, BVG, DaimlerChrysler, Ford, GHW, Linde, Opel, dan MAN pada bulan Juni 2002. Kerja sama ini bertujuan membentuk CleanEnergy Partnership atau disingkat CEP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.