Desa Mandiri Energi : Solusi Perekonomian Indonesia di Abad 21

Oleh : Dhanis Woro Fittrin

Indonesia merupakan negara agraris yang berbentuk kepulauan. Sebagai negara agraris, Indonesia mempunyai lahan untuk bercocok tanam yang luas. Akan tetapi, posisi Indonesia yang diharapkan dengan kehidupan bertani dapat mencukupi kehidupan penduduknya tidak terjadi. Hal tersebut disebabkan oleh tergesernya lahan pertanian menjadi lahan tempat tinggal, pola hidup instant, dan pola bercocok tanam yang tradisional.

Pesatnya pertumbuhan penduduk selayaknya turut diimbangi oleh permintaan lahan untuk tempat tinggal. Akibatnya, lahan yang semula untuk bercocok tanam harus diubah menjadi tempat tinggal. Selanjutnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup lain seperti sandang, pangan, dan pendidikan, masyarakat cenderung untuk bekerja kepada orang lain atau urbanisasi. Kedua langkah tersebut banyak ditempuh karena diyakini akan menghasilkan uang dalam waktu yang cepat dan jumlah yang besar. Apabila keadaan ini terus berlanjut maka dampak yang lebih besar seperti meledaknya jumlah penduduk di perkotaan, kriminalitas di perkotaan, minimnya tingkat kesehatan di perkotaan akan terjadi.

Formasi Indonesia sebagai negara kepulauan merupakan suatu bentuk negara yang rawan terhadap perpecahan terlebih lagi apabila kebijakan pemerintah terhadap  kesejahteraan tidak merata. Meskipun demikian, pemerataan kesejahteraan hendaknya tidak akan terjadi bila hanya pembangunan satu arah, dalam hal ini pemerintah. Dengan kata lain, kesejahteraan masyarakat akan terwujud apabila terdapat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

Desa Mandiri Energi

Desa Mandiri Energi adalah desa yang masyarakatnya memiliki kemampuan memenuhi lebih dari 60 % kebutuhan energinya (listrik dan bahan bakar) dari energi terbarukan yang dihasilkan melalui pendayagunaan potensi sumberdaya setempat. Secara nyata, Desa Mandiri Energi bertujuan untuk membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan menciptakan kegiatan ekonomi produktif. Sedangkan, tujuan utama pengembangan Desa Mandiri Energi adalah mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan kerja untuk mensubstitusi bahan bakar minyak.

Berdasarkan bahan baku sumber energi yang digunakan, Desa Mandiri Energi dibagi menjadi 2, yaitu :

  1. Desa Mandiri Energi yang berbasis pada sumber energi non pertanian. Model desa mandiri ini adalah mengusahankan bahan bakar pengganti minyak dengan sumber energi seperti surya (matahari), air, dan angin.
  2. Desa Mandiri Energi yang berbasis pada sumber energi pertanian. Model desa mandiri ini adalah mengusahankan bahan bakar pengganti minyak dengan sumber energi seperti biomassa dan biofuel yang berasal dari hasil pertanian dan hutan.

Desa Mandiri Energi merupakan alternatif solusi untuk perekonomian Indonesia mengingat lokasi sumberdaya energi terbarukan umumnya berada di perdesaan dan desa terpencil, penyediaan energi konvensional di daerah ini memerlukan biaya tinggi (terutama karena biaya distribusi yang relatif tinggi), mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya untuk menyediakan energi bagi keperluan rumah tangga akan tetapi juga untuk menambah penghasilan rumah tangga dengan memperkenalkan dan mengimplementasikan kegiatan-kegiatan atau usaha untuk menambah penghasilan (Salim, 2009; Purwanto dan Wulandani, 2007).

Konsep Desa Mandiri Energi

Konsep pembangunan DME merupakan pembangunan yang berdasarkan potensi lingkungan untuk kesejahteraan manusia dan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, pengamatan terhadap potensi lingkungan dan karakteristiknya sangat penting.

Konsep pembangunan Desa Mandiri Energi  antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Bagaimana menerapkan pendekatan pengembangan energi lokal tanpa merusak lingkungan dan pemberdayaan ekonomi produktif setempat dalam rangka terwujudnya Desa Mandiri Energi
  2. Bagaimana mengembangkan kelembagaan untuk mendorong masyarakat yang bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan
  3. Bagaimana mengembangkan pengolahan dengan menggunakan paket teknologi konversi sember energi eterbarukan dalam konteks Desa Mandiri Energi

Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah dengan menghubungkan sistem pembangkit energi terbarukan dengan usaha bisnis dan lingkungan. Olahan energi terbarukan dapat dimanfaatkan oleh kegiatan ekonomi produktif yang memanfaatkan energi terbarukan untuk siang hari. Sedangkan di malam hari dapat dipergunakan untuk kebutuhan dasar energi rumah tangga seperti penerangan.

Identifikasi komposisi masyarakat merupakan kegiatan pertama untuk membangun sebuah desa mandiri energi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik masyarakat sebagai dasar untuk pembentukan lembaga pengelola sistem pembangkit energi terbarukan. Karakteristik masyarakat yang perlu diketahui antara lain adalah tingkat pendidikan, mata pencaharian, waktu kerja, hierarki sistem hukum desa setempat, dan kebudayaan/kebiasaan masyarakat.

Langkah selanjutnya adalah pembangunan pembangkit sumber energi. Hal ini diawali dengan identifikasi potensi energi terbarukan di desa setempat, perancangan sistem pembangkit, dan pelaksanaan pembangunan sistem pembangkit. Untuk keberlangsungan sistem pembangkit dan jaringannya, dilakukan pelatihan yang melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan pengurus kelembagaan yang bertugas sebagai pengelola yang telah dibentuk sebelumnya. Pelatihan yang diberikan meliputi prosedur perawatan yang terangkum dalam Standard Operating Procedure (SOP), cara penanggulangan kerusakan, dan pembukuan. Diharapkan melalui pelatihan tersebut, masyarakat mengetahui tugas dan tanggung jawabnya demi keberlangsungan sistem pembangkit energi.

Penataan Tata Ruang

Penataan tata ruang diperlukan untuk mewujudkan estetika dalam pemukiman. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman sehingga penduduk betah tinggal di desa setempat. Selain itu, penataan tata ruang juga dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas Desa Mandiri Energi menjadi kawasan objek wisata.

Pada dasarnya, unsur ruang Desa Mandiri Energi terdiri dari :

  1. kawasan pemukiman penduduk,
  2. sistem pembangkit energi setempat seperti tenaga surya, energi angin, energi air (mikrohidro), energi biomass, dan biofuel
  3. kawasan industri pengolahan hasil serta industri pendukung
  4. kawasan produksi hasil pertanian
  5. kebun energi; pohon yang cepat tumbuh, tumbuhan penghasil minyak (jarak, kelapa, kelapa sawit, bunga matahari, dan lain-lain)

Berikut beberapa variasi infrastruktur sistem produksi industri dan pemukiman pada Desa Mandiri Energi.

Tolak Ukur Keberhasilan Desa Mandiri Energi

Tolok ukur keberhasilan pembangunan Desa Mandiri Energi adalah 5 indikator keberhasilan utama yang dikenal dengan istilah The Magic Pentagon sebagai berikut.

  1. Pertumbuhan (growth)
  2. Tersedianya lapangan kerja yang memadai bagi segenap penduduk (employment)
  3. Terciptanya pembangunan yang didasarkan atas partisipasi aktif masyarakat (participation)
  4. Terciptanya masyarakat yang independen (independency)
  5. Terciptanya kondisi kebersamaan dan keadilan (togetherness and justice)

Referensi

  • Purwanto, Aris. 2010. http://unram.ac.id (diakses tanggal 20 Januari 2010)
  • Kamarudin, Abdullah. 2010. http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&ct=res&cd=6&ved=0CBcQFjAF&url=http%3A%2F%2Friset.unsada.ac.id (diakses tanggal 20 Januari 2010)

Tags: , ,

Trackbacks/Pingbacks

  1. Desa Mandiri Energi, sebuah pendekatan menuju Indonesia Mandiri Energi « - 3 October 2012

    […] DW. 2010. Desa Mandiri Energi : Solusi Perekonomian Indonesia di Abad 21. [Terhubung Berkala]. http://www.kamase.org/?p=954. 29 Juni […]

  2. Essay written for NIDA Summer Camp in Thailand | cahaya kesabaran sang penyeru kebaikan - 3 May 2013

    […] D.W. 2010. Desa Mandiri Energi: Solusi Perekonomian Indonesia di Abad 21. http://www.kamase.org/?p=954. Accessed by April 6th 2013 at 02.32 […]

  3. Konsep Desa Mandiri Energi | Beranda MITI - 8 July 2013

    […] DW. 2010. Desa Mandiri Energi : Solusi Perekonomian Indonesia di Abad 21. [Terhubung Berkala]. http://www.kamase.org/?p=954. 29 Juni […]

  4. Konsep Desa Mandiri Energi | ASKEN - 14 September 2013

    […] DW. 2010. Desa Mandiri Energi : Solusi Perekonomian Indonesia di Abad 21. [Terhubung Berkala]. http://www.kamase.org/?p=954. 29 Juni […]

Leave a Reply